Skip to main content

Kamu Mau Inteview Kerja? Coba Perhatikan 7 Hal Berikut ini!!




Setelah akhirnya kamu lulus dari dunia pendidikan dengan penuh perjuangan, akhirnya kamu dipanggil juga untuk ikut interview kerja, yeaaay! Tapi, justru fase ini yang bikin deg-degan karena selain kamu harus bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada, kamu juga mesti bisa memberi impresi yang berkesan pada sang calon bos. Biar si Bos ngomong gini “ini dia calon karyawan gue” hehe Nah, biar makin santai, yuk simak tips wawancara kerja berikut ini aja.

Kalau kamu terapkan tips wawancara kerja berikut ini, dijamin kamu bakal lebih diingat oleh calon bos.

1. Penampilan Nomor Satu


Sesuai pepatah “dari mata turun ke hati”, saat kamu wawancara dengan calon bos pun demikian. Kamu mesti kasih kesan bagus dari awal dengan mengenakan pakaian yang tepat. Tepat di sini gak harus selalu formal, lho. Namun, kamu bisa sesuaikan dengan profil perusahaan yang dituju.

Misalkan perusahaan konservatif, seperti perbankan dan manufaktur, biasanya kamu mesti kenakan pakaian formal, yang bikin kamu terlihat lebih professional. Akan tetapi, buat perusahaan startup yang lebih bebas, kamu bisa sedikit berkreasi.

2. Persiapkan segalanya


Penginteview sering menanyakan apa yang kamu ketahui dari perusahaan yang dilamar. Kadang-kadang, kamu juga akan ditanyai soal apa yang kamu tahu dan bayanganmu bekerja di posisi yang dilamar. Hal ini untuk menguji apakah kamu benar-benar melamar pekerjaan itu karena tahu kemampuanmu dan punya minat. Bukan sekedar acak saja.

Maka, sebaiknya maksimal sehari sebelum hari interview, kamu udah dapat info-info tentang perusahaan yang akan kamu lamar. Cari tahu tentang Visi Misi, Sejarah, dan prestasi-prestasi perusahaan. Ok

3. Bahasa Tubuh Berefek Besar


Terkadang terlalu fokus memberi jawaban yang memuaskan sering kali membuat kamu lupa akan hal lain yang juga gak luput dari penilaian perusahaan, yaitu bahasa tubuh.
Ya, Tanpa disadari, sekecil apapun bahasa tubuh yang kamu tunjukkan mengandung arti tertentu yang bisa memengaruhi peluang untuk diterima bekerja.

Kuncinya, adalah kamu harus rileks, tunjukan bahwa sikap yang kamu bawakan adalah sikap seorang yang professional meskipun kamu baru lulus kuliah

4. Komunikatif Saat Interview Tapi Gak Lebay yah 


Ketika penginterview bertanya, jangan memberi jawaban "ya" atau "tidak" saja. Jangan juga menjawab pendek. Sebenarnya, pertanyaan penginterview adalah pertanyaan pancingan agar kamu mau menceritakan lebih banyak dari yang ada di CV. Maka dari itu, alangkah baik jika kamu menyampaikan hal-hal yang tidak tertulis di CV.

Saat bercerita soal organisasi, lanjutkan dengan apa yang kamu peroleh dan prestasimu di sana. Tapi, jangan terlalu banyak juga ya biar gak disangka lebay apalagi dibuat-buat hehe jawab seadanya, tambahkan bumbu-bumbu kecil agar penginterview enjoy dan tidak bosan dengan kamu!

5. Perlihatkan Antusias Kamu


Sebenarnya sedikit gugup pas wawancara kerja gak masalah buat user. User bakal memahami kalau perasaan gugup biasa terjadi dan user pun biasanya bakal berusaha bikin kamu rileks.

Biar kamu berbeda dari kandidat lainnya, ada baiknya buat berusaha antusias dan gak gugup. Pasang ekspresi muka ingin tahu dan bertanya jika ada kesempatan bertanya. User biasanya bakal lebih kagum saat kamu begitu excited pada pekerjaan tersebut dan bisa meng-handle diri kamu.

6. Siapkan Pertanyaan Untuk User


Wawancara kerja yang menarik adalah bila komunikasi yang terjadi dua arah. Jadi, kamu bukan cuma jawab pertanyaan yang diajukan tetapi berusaha buat bertanya balik.
Bila kamu punya pertanyaan buat diajukan, hal itu tunjukkan bahwa kamu punya minat pada perusahaan tersebut.

Ada dua tips buat ajukan pertanyaan untuk si user. Yang pertama, kamu bertanya berdasarkan pertanyaan yang udah kamu siapkan dari rumah. Kedua, kamu mesti antusias saat tanya-jawab sehingga dapat sesuatu buat ditanyakan.

7. Jika Gagal, Bukan Berarti kamu gagal selamanya ya


Manusia itu unik. Bener enggak? Terkadang Jika gagal, bukan berarti kamu tidak bisa diterima tetapi karena mungkin belum cocok saja dengan perusahaannya. "Ketika kamu gagal, bukan berarti kamu itu jelek, bodoh, tidak berguna dibandingkan dengan yang diterima. Bukan berarti juga, persiapanmu kurang kuat. Akan tetapi, keunikanmu tidak cocok dengan perusahaan yang ada," tutup Albert.

Atas dasar itulah, kamu tidak boleh berputus asa. Tetaplah berusaha sampai bisa mendapat tempat yang cocok dengan keunikan yang kamu miliki.


Comments