Setelah
akhirnya kamu lulus dari dunia pendidikan dengan penuh perjuangan, akhirnya
kamu dipanggil juga untuk ikut interview
kerja, yeaaay! Tapi, justru fase ini yang bikin
deg-degan karena selain kamu harus bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang
ada, kamu juga mesti bisa memberi impresi yang berkesan pada sang calon bos. Biar
si Bos ngomong gini “ini dia calon karyawan gue” hehe Nah, biar makin santai,
yuk simak tips wawancara kerja berikut ini aja.
Kalau kamu terapkan tips wawancara kerja
berikut ini, dijamin kamu bakal lebih diingat oleh calon bos.
1. Penampilan Nomor Satu
Sesuai
pepatah “dari mata turun ke hati”,
saat kamu wawancara dengan calon bos pun demikian. Kamu mesti kasih kesan
bagus dari awal dengan mengenakan pakaian yang tepat. Tepat di sini gak harus
selalu formal, lho. Namun, kamu bisa sesuaikan dengan profil perusahaan yang
dituju.
Misalkan
perusahaan konservatif, seperti perbankan dan manufaktur, biasanya kamu mesti
kenakan pakaian formal, yang bikin kamu terlihat lebih professional. Akan
tetapi, buat perusahaan startup yang lebih bebas, kamu bisa sedikit berkreasi.
2. Persiapkan segalanya
Penginteview
sering menanyakan apa yang kamu ketahui dari perusahaan yang dilamar.
Kadang-kadang, kamu juga akan ditanyai soal apa yang kamu tahu dan bayanganmu
bekerja di posisi yang dilamar. Hal ini untuk menguji apakah kamu benar-benar
melamar pekerjaan itu karena tahu kemampuanmu dan punya minat. Bukan sekedar
acak saja.
Maka, sebaiknya
maksimal sehari sebelum hari interview, kamu udah dapat info-info tentang
perusahaan yang akan kamu lamar. Cari tahu tentang Visi Misi, Sejarah, dan
prestasi-prestasi perusahaan. Ok
3. Bahasa Tubuh Berefek Besar
Terkadang
terlalu fokus memberi jawaban yang memuaskan sering kali membuat kamu lupa akan
hal lain yang juga gak luput dari penilaian perusahaan, yaitu bahasa tubuh.
Ya,
Tanpa disadari, sekecil apapun bahasa tubuh yang kamu tunjukkan mengandung arti
tertentu yang bisa memengaruhi peluang untuk diterima bekerja.
Kuncinya,
adalah kamu harus rileks, tunjukan bahwa sikap yang kamu bawakan adalah sikap
seorang yang professional meskipun kamu baru lulus kuliah
4. Komunikatif Saat Interview Tapi Gak Lebay yah
Ketika
penginterview bertanya, jangan memberi jawaban "ya" atau
"tidak" saja. Jangan juga menjawab pendek. Sebenarnya, pertanyaan penginterview
adalah pertanyaan pancingan agar kamu mau menceritakan lebih banyak dari yang
ada di CV. Maka dari itu, alangkah baik jika kamu menyampaikan hal-hal yang
tidak tertulis di CV.
Saat bercerita soal organisasi, lanjutkan dengan apa yang kamu peroleh dan
prestasimu di sana. Tapi, jangan terlalu banyak juga ya biar gak disangka lebay
apalagi dibuat-buat hehe jawab seadanya, tambahkan bumbu-bumbu kecil agar penginterview
enjoy dan tidak bosan dengan kamu!
5. Perlihatkan Antusias Kamu
Sebenarnya
sedikit gugup pas wawancara kerja gak masalah buat user. User bakal memahami
kalau perasaan gugup biasa terjadi dan user pun biasanya bakal berusaha bikin kamu
rileks.
Biar kamu berbeda dari
kandidat lainnya, ada baiknya buat berusaha antusias dan gak gugup. Pasang
ekspresi muka ingin tahu dan bertanya jika ada kesempatan bertanya. User
biasanya bakal lebih kagum saat kamu begitu excited pada pekerjaan tersebut dan bisa meng-handle diri kamu.
6. Siapkan Pertanyaan Untuk User
Wawancara
kerja yang menarik adalah bila komunikasi yang terjadi dua arah. Jadi, kamu
bukan cuma jawab pertanyaan yang diajukan tetapi berusaha buat bertanya balik.
Bila
kamu punya pertanyaan buat diajukan, hal itu tunjukkan bahwa kamu punya minat
pada perusahaan tersebut.
Ada
dua tips buat ajukan pertanyaan untuk si user. Yang pertama, kamu bertanya
berdasarkan pertanyaan yang udah kamu siapkan dari rumah. Kedua, kamu mesti
antusias saat tanya-jawab sehingga dapat sesuatu buat ditanyakan.
7. Jika Gagal, Bukan Berarti kamu gagal selamanya ya
Manusia
itu unik. Bener enggak? Terkadang Jika gagal, bukan berarti kamu tidak bisa
diterima tetapi karena mungkin belum cocok saja dengan perusahaannya. "Ketika kamu gagal, bukan berarti kamu itu
jelek, bodoh, tidak berguna dibandingkan dengan yang diterima. Bukan berarti
juga, persiapanmu kurang kuat. Akan tetapi, keunikanmu tidak cocok dengan
perusahaan yang ada," tutup Albert.
Atas dasar
itulah, kamu tidak boleh berputus asa. Tetaplah berusaha sampai bisa mendapat
tempat yang cocok dengan keunikan yang kamu miliki.

Comments
Post a Comment